
Facebook itu memang seperti pisau bermata dua. Bisa dimanfaatkan, tetapi juga menjerumuskan. Sebagai situs jejaring sosial, facebook memang penghibur yang efektif. Bisa terhubung dengan siapa saja, teman, saudara, artis atau pesohor negeri. Dilengkapi dengan fasilitas chatting, upload foto dan video membuat facebook begitu menyenangkan.
Salah satu fasilitas lainnya adalah update status. Para pengguna facebook bisa menulis status yang ingin diungkapkan dengan mudah. Dengan kata lain membantu megungkapkan isi hati. Jika biasanya kita sungkan untuk mengungkapkannya atau bingung mengungkapkannya pada orang lain, di facebook, kita bias update status setiap saat. Jadi orang-orang bias tahu kapan kita lagi senang, lagi sedih, lagi bete dan lain-lain.
Dan permasalahan muncul ketika sindrom “lebay” mulai ada. Tiap 1jam update status, mau mandi update, mau makan update, mau tidur juga update.
Lebay pun tidak hanya di cakupan itu. Pernah liat iklan rokok yang berjargon, “pengen eksis, jangan lebay pliss!”. di iklan tersebut diceritakan cowok yang lagi dengerin pengamen di bus kota ngakunya dengerin music jazz di bus.
Kasus lebay yang lainnya menyangkut masalah pacaran. Kalau uda masalah gebetan, serasa dunia milik berdua, yang lainnya penonton setia. Gimana nggak, kalo statusnya tentang pacar melulu apalagi kalo uda yank-yank-an, beranda serasa cerita bersambung.
Emang hak mereka sih, tapi koq rasanya yang baca jadi negative thinking yaa. Mungkin sebagian orang tahu yang saya maksudkan.
Saya pernah membaca artikel koran yang membahas publikasi percintaan lewat dunia maya. Banyak hal negatif karena itu (tapi saya lupa apa aja), yang jelas survei membuktikan kalo yang suka mempublikasi adalah anak dibawah 17 tahun yang masih tidak tahu mana yang baik bagi mereka. Itulah sebabnya facebook mempunyai batasan umur, agar tidak terjadi kasus kelebaian yang menyebabkan kelalaian.
Dan lagi, kasus lebai yang ketiga inilah yang menjadi motif kejahatan yang lagi rame belakangan ini. Banyak pengguna facebook dibawah umur yang menjalin cinta via facebook berakhir di penjara. Dan korban adalah anak dibawah usia 17 tahun yang di facebooknya terdapat tanda-tanda lebai 1-3.
Anak-anak dibawah umur memang mash tidak mengerti mana yang benar, dan terlalu banyak berangan-angan dengan adanya facebook ini. Hal ini juga disebabkan karena tidak ada kontrol dari orang yang lebih dewasa. Mungkin kalau orang tuanya juga punya facebook dan melihat facebook anaknya yang punya lebai 1-3 pasti (aduh, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata).
Kembali ke judul, mungkin memang sebaiknya facebook itu diharamkan, bagi anak dibawah umur, bagi orang yang tidak mengerti sehingga terjadi kecanduan. Karena facebook benar-benar membuat orang menjadi tidak produktif, waktu yang seharusnya dibuat untuk belajar atau bekerja digunakan untuk update facebook, chatting yang sebenarnya tidak penting.
Saya mendengar dari teman saya, kalo rencananya facebook akan menjadi layanan berbayar. Dan sepertinya saya setuju terhadap hal itu. Mungkin berkorban sedikit lebih baik untuk kebaikan yang besar. Walaupun pasti akan ada situs jejaring sosial pengganti, Tetapi berjuang agar fenomena penyalahgunaan facebook ini cepat berakhir. Karena Indonesia itu penguna facebook terbesar setelah Amerika Srikat. Terus mau jadi apa generasi muda kita kalo hobinya facebookan ?
Mungkin Memang Sebaiknya Facebook itu Diharamkan
21.08 | Label: kejamnya dunia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar