Baiklah, berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman pada saat itu
Kamu putus?
Emm,yang jelas, aku telah mengubah status di facebook dari berpacaran menjadi single. Aku tidak tahu bagaimana mengartikannya. Tapi yang jelas aku mengambil keputusan itu dengan sadar. Dan aku tidak tahu apakah dia juga menyadarinya.
Beneran?? Emang kenapa?
Karena sama saja antara status berpacaran dan single. Aku di sini sebagai seseorang yang sendiri. Yang tidak pernah berkomunikasi dengan seseorang itu. Jadi untuk apa tetap dengan status berpacaran. Toh sama saja? Aku seperti tidak punya hak sebagai seorang yang terikat.
Apa karena LDR?
Salah satunya. Aku merasa tidak mengenalnya. Dan dia juga tidak mengenalku. Dia berbeda. Menurutku, benar-benar berbeda. Aku merasa sepertinya dia hanya kasihan kepadaku.
Kedua, aku adalah seseorang yang sangat possessive. Aku benar-benar tidak bisa.
Kenapa kamu gak mempercayainya?
Ya memang, dasar dari semua hubungan yang baik adalah percaya. Masalahnya dia tidak pernah meyakinkanku. Sepertinya aku berjuang sendiri. Aku meyakinkan diriku sendiri. Aku sudah mencoba segala cara. Tetapi sepertinya aku tidak bisa bertahan. Ini untuk yang kesekian kalinya. Dia tidak ingin jujur,mungkin karena jujur itu menyakitkan. Dan maaf, aku tidak bisa mempercayainya.
Apa kamu yakin dengan keputusanmu?
Aku tidak tahu. Hanya saja aku telah kecewa. Aku tidak melihat usahanya untuk mempertahankan hubungan ini. Mungkin lebih baik aku juga mengambil sikap yang sama dengannya. Terserah. Dan itu cukup menyakitkan.
Kamu gak nangis? Tumben.
Gak lah, aku sudah menyiapkan kemungkinan terburuk ini. Sejak pertama aku tahu akan seperti ini. Kita akan bertemu pertama kali dengan indah dan akan berakhir pada pertemuan kedua kali. Walaupun kenyataannya, tidak perlu bertemu untuk kedua kali kisah ini akan berakhir. Jadi aku sudah menyiapkan perasaanku. Aku tidak pernah menyimpan apapun yang ada hubungannya dengan dirinya. (kecuali kisah pertama, yang mana dia sebagai seseorang yang ku kenal). Dan ini adalah kali kedua berakhir duka, jadi aku sudah terlatih jika aku harus melupakannya.
Apakah ada orang lain?
Tidak. Dan aku juga tidak mengharapkan orang lain. Ya. Hatiku ada padanya. Mungkin sampai suatu saat nanti. Sampai aku bisa melupakannya. Karena aku tahu aku tidak bisa mengharapkannya. Aku dan dia berada di dunia berbeda. Sepertinya tidak akan bertemu lagi sampai kapanpun. Karena aku tahu dia juga tidak akan berjuang untuk itu. Dan kisah ini ternyata tidak berakhir bahagia. Tetapi aku sekarang bahagia. Benar-benar bahagia =D
“I can’t waste time so give it the moment.
I realize nothing’s broken.
No need to worry about everything I’ve done.
Lived every second like you was my last one.
Don’t look back get a new direction.
I Love you once, needed protection.
You’re still part of everything I do.
You’re on my heart just like a tattoo.”
-Jodin Spark-Tatto-
konfirmasi
18.39 | Label: kisah sedih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar